Perhatikan 7 Tips Ini Sebelum Anda Terjun ke Dunia Investasi!

Perhatikan 7 Tips Ini Sebelum Anda Terjun ke Dunia Investasi!

Dunia investasi sebenarnya sudah familiar di benak kita semua, tapi masih banyak orang yang ragu untuk memulainya. Seharusnya investasi mudah dilakukan oleh siapa saja, dari berbagai kalangan usia. Jika dibandingkan menabung di bank, investasi merupakan instrumen paling menguntungkan karena  bisa menjadi cara ampuh dalam menggandakan uang.

Namun Anda tidak usah khawatir. Jika memulai investasi dengan tepat dan mempelajarinya lebih dalam lagi, dijamin Anda akan sukses menjadi seorang investor. Sebelum memulai investasi, alangkah baiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini :

  1. Riset dan Pelajari Terlebih Dahulu

Ada banyak metode atau instrumen investasi yang bisa dipilih calon investor menyesuaikan profil resiko dan tujuan tiap-tiap calon investor. Biasanya, semakin tinggi resiko suatu instrumen investasi, potensi hasil yang bisa didapatkannya pun akan lebih besar.

Anda bisa melihat obligasi contohnya, sebagai instrumen aman karena langsung dijamin oleh pemerintah dengan imbal hasil sekitar 6-8% per tahun. Sedangkan investasi yang dapat memberikan hasil keuntungan lebih besar, seperti reksadana atau saham bisa memberikan potensi pengembalian rata-rata 30% lebih per tahun tapi dengan performa yang kurang konsisten, bahkan dapat memberikan imbal hasil yang merugi.

Di samping itu, ada banyak alternatif dalam dunia investasi tradisional, misalnya dengan membeli emas, tanah, dan properti yang biasanya sudah digandrungi masyarakat mengingat fisiknya benar-benar terlihat dibandingkan membeli saham.

Tidak hanya resiko potensi hasil yang berbeda saja, Anda juga harus memperhatikan resiko likuiditas, yaitu seberapa cepat dan mudahnya hasil investasi dapat kembali diuangkan. Hal tersebut sudah sering dihadapi seperti pada konteks pembelian tanah atau properti yang biasanya sulit dijual kembali.

Sebab investasi dalam bidang properti atau tanah biasanya memakan biaya sangat besar. Semuanya tentu harus disesuaikan dengan besarnya dana yang bisa dianggarkan calon investor.

  1. Sisihkan Dana Mulai Sekarang

Aktivitas berinvestasi sebenarnya tidak akan bisa dimulai jika tanpa ada budget yang Anda sisihkan. Penyisihan dana dengan cara yang rutin bisa dikatakan sebagai bentuk komitmen, untuk membentuk perilaku para investor yang rajin sekaligus konsisten melakukan aktivitas investasi.

Hal ini dikarenakan dalam dunia investasi, calon investor harus mengutamakan kedisiplinan membagi portofolio keuangan secara terukur dan rinci, mulai dari anggaran untuk keperluan sehari-hari, dana investasi, dana darurat, dan tabungan sangat dibutuhkan. Sebab alokasi dana untuk investasi biasanya sebesar 10-20% dari besarnya penghasilan bagi karyawan.

Untuk sebagian orang, bahkan ada yang ekstrim menyisihkan dana hingga 80% penghasilan untuk diinvestasikan secara langsung ke berbagai instrumen investasi.

  1. Tetapkan Tujuan

Tips berinvestasi bagi pemula berikutnya ialah menetapkan tujuan. Meskipun terkesan klise, namun poin ini sangat penting. Umumnya tujuan seseorang melakukan investasi ialah agar mendapatkan tambahan penghasilan diluar gaji sebagai karyawan. Akan tetapi, hal yang harus diperhatikan dengan pasti ialah tujuan akhir dan jangka waktu penanaman modal.

Untuk sebagian masyarakat, aktivitas investasi dilakukan guna memberikan kenyamanan dan keamanan di masa pensiun nanti. Adapun sebagian lagi beranggapan bahwa tujuan investasi ialah guna melawan inflasi. Sehingga semua pertimbangan wajib melihat situasi finansial calon investor, jangka waktu berinvestasi dan hasil yang akan dicapai.

  1. Langsung Action Segera

Jangan menunggu sampai Anda mapan terlebih dahulu baru investasi, namun sebaliknya berinvestasilah supaya menjadi mapan. Karena itu, wajib melakukan investasi sesegera atau sedini mungkin. Bila usia Anda telah berumur, bisa langsung berinvestasi sekarang juga. Tapi, Anda juga harus menentukan tujuan dan niat Anda untuk berinvestasi.

Alangkah baiknya investasi yang Anda lakukan untuk jangka panjang demi mencapai tujuan Anda mencapai kebebasan finansial saat lanjut usia.

Apabila Anda takut berinvestasi di saham misalnya, kini semuanya dapat dimulai menggunakan uang simulasi atau virtual terlebih dahulu. Misalnya jika Anda ingin belajar membeli saham, ada beberapa sekuritas terkemuka yang mengizinkan calon investornya agar merasakan pengalaman dalam berbelanja saham lebih dulu menggunakan uang virtual.

Bahkan beberapa diantaranya bisa dimulai dari Rp.100.000 saja, dan semua  proses registrasi dilakukan dengan mudah secara online. Jika Anda sering menyisihkan uang dari sejak kecil,t tentu akan lebih mudah beradaptasi melakukan aktivitas investasi.

  1. Diversifikasi

Pembelian aset dalam dunia investasi memang tak terlepas dari yang namanya resiko. Sehingga apabila terjadi kejadian tertentu yang mengakibatkan hilangnya dana, maka kerugian bisa diminimalisir menggunakan keuntungan hasil yang diperoleh dari aset yang lain.

Proses diversifikasi ini bisa dilakukan bukan hanya pada level aset yang sama, misalnya saham unilever dan saham Bank Mandiri. Namun diversifikasi dapat dilakukan dengan cara lintas aset, seperti investor mempunyai portofolio investasi properti, deposito, reksadana, dan emas.

Alokasi dana tiap-tiap aset juga berbeda tergantung pada profil risiko investor. Adapun tugas investor sendiri ialah melakukan riset secara mendalam serta mencari letak titik optimal yang ada di antara potensi risiko dengan rasio dari potensi hasil yang akan Anda dapatkan dari aset yang telah diinvestasikan.

  1. Investasikan Imbal Hasil Kembali

Kunci membangun kekayaan ialah memanfaatkan konsep compound interest atau bunga berbunga, yaitu konsep yang mana imbal hasil atau bunga investasi Anda investasikan ulang beserta pokoknya. Dengan demikian pertumbuhan keuntungannya pun terjadi secara eksponensial.

Dengan semakin dini Anda berinvestasi, akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh dari hasil bunga berbunga tadi. Misalnya, dengan asumsi besarnya imbal hasil dari suatu instrumen investasi sebesar 10% dengan pokok Rp. 1 juta. Lalu dalam jangka waktu 10 tahun bisa menjadi Rp. 2,6 juta, dan Anda untuk 1,6 juta.

Apabila kita Tarik lurus hingga 20 tahun ke depan, maka keuntungannya menjadi Rp. 6,8 juta dan Anda akan untung sebesar Rp. 5,8 jutaan. Sehingga Anda bisa melipatgandakan keuntungan hampir tiga kali lipat dalam jangka waktu bersamaan. Dengan demikian, dapat dibayangkan berapa banyak keuntungan yang Anda dapatkan jika disiplin dan rutin sambil menunggu waktu pemberian imbal hasil dari keuntungan berinvestasi.

  1. Tetap Sabar

Hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam dunia investasi ialah tetap sabar. Anda harus tahu bahwa semuanya pasti membutuhkan proses, entah itu dari awal mempelajari investasi hingga melakukan pembelian instrumen investasi.

Aktivitas berinvestasi sendiri memang ditujukan untuk tujuan dalam jangka panjang. Sebab investasi fisik berupa properti dan tanah dilakukan dalam jangka waktu 20 tahun lebih. Reksadana dan saham dimaksudkan bagi para investor yang selalu sabar menanti berkembangnya imbal hasil setidaknya untuk 5 tahun ke depan.

Kita juga harus tahu bahwa di dunia ini semuanya tidak ada yang didapatkan secara instan, kecuali dengan banyaknya penawaran investasi berbunga tinggi dalam tenor pendek. Dapat dipastikan investasi tersebut adalah investasi bodong.

Itulah pentingnya calon investor untuk mempelajari segala hal tentang investasi terlebih dahulu, sebelum akhirnya mereka terjun ke dunia investasi secara langsung. Jika sudah mantap dan dana sudah tersedia, tidak ada alasan lagi untuk menunggu berinvestasi!

error: Content is protected !!